A. Konsep Dasar Sistem
Menurut Henry C. Lucas, Jr : suatu sistem dibuat dari jumlah komponen-komponen yang saling berhubungan dan hanya beberapa komponen saja yang dilihat .
Menurut Robert J. Verzello and Johan Reuter III : suatu sistem adalah kumpulan dari komponen-komponen yang berinterkasi unutk mencapai tujuan yang umum .
Menurut Gordon B Davis : suatu sistem secarra fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama unutk menyelesaikan stau sasaran.
Dari beberapa defenisi diatas sistem yang dikelompok kedalam dua kelompok, yaitu:
1. Menekankan pada element-element dalam sistem element-element dari suatu sistem dapat berupa subsistem.
2. Menekankan pada precedure.
Kedua kelompok ini menekankan adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah pendekatannya. Mempelajari sistem akan lebih mengenai bila. Mengetahui terlebih dahulu sistem itu. Dan pegertian tentang sistem dapat pertama kali dari defenisinya. Dengan demikian defenisi ini akan mempunyai paranan yang penting didalam pendekatan unutk mempelajari sistem. Kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem-siatem bagian. Sebagai misal, sistem manajemen dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem yaitu manajemen pemasaran, manajemen penjualan, manajemen produksi, dan lain-lain.
1. Karakteritik Suatu Sistem
Suatu sistem mempunyai kareteristik atas sifat-sifat yang tertentu yaitu mempunyai :
1. Komponen Sistem
Suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemnet-element sistem dapat berupa suatu subsistem atai bagian-bagian dari sistem. Tiap sistem tidak peduli betapa kecilnya suatu komponen subsistem.
Setiap subsistem mempunyain sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sisrtem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra system. Misalnya suatu perusahan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri merupakan sistem yang lebih besar disebut supra system. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem maka perusahaan dapat disebut sebagai subsystem. Lalu kalau sistem manajemen perusahaan dipandang sebagai supra system maka perusahaan adalah supra dari supra subsistem.
2. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem (Boundary) merupakan dareah yang menbatasi antara satu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan lainnya. Batas sistem menunjukan sebuah ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem (Environment) adalah apapun diluar dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Karena sifatnya lingkungan luar sistem maka bisa beriifat menguntungkan atapun merugikan.
4. Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem (Input) adalah secara simple disebutkan bahwa adanya energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan signal input. Maintenance input energi adalah energi yang dimasukkan supaya sistem itu dapat beroperasi. Sedangkan Signal input adalah energi yang diproses untukl mendapatkan keluaran. Contoh dalam sebuah sistem komputer maintenance input digunakan uintuk mengoperasikan komputernya. Sedangkan signal input digunakan untuk diolah supaya menjadi sebuah keluaran misalnya informasi.
5. Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem pasti akan mempunyai sebuah pengolah atau malah sistem itu sendiri pengolahnya. Sebagai contoh sistem opeasi pada komputer merupakan sistem pengolah unutk pengoperasian komputer itu sendiri.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Misal pada komputer dihasilkan panas dari daya hantar listrik saat penjalanan operasi komputer, dan panas itu adlah hasil pembuangan. Sedangkan adalah hasil keluaran yang dibutuhkan.
B. Kosep Dasar Informasi
Menurut Henry C Lucas, Jr. informasi adalah “kenyataan mapun yang tidak tampak yang tersedia untuk mengurangi ketidakpastian tentang beberap keadaan atau kejadian.”
Sedangkan menurut Jerry FitzeGerald, Arda F. FitzGerald dan Warren D. Stalling, Jr. Informasi adalah “data yang telah diubah kedalam bentuk yang berguna, mencerminkan sesuatu tentang hubungan dari data tersebut.”
Dari beberapa defenisi informasi yang diberikan oleh beberpa pengarang dapat dimabil kesimpulan bahwa informasi adalah :
1. Data yang diolah.
2. Menjadikan bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
3. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau event dari keatuan nyata (fact and entity).
4. Digunakan unutk pengambilan keputusan.
Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari tunggal data (data-item). Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah suatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Dapat disimpulkan data adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk menunjukkan fakta, huruf, simbol dan bilangan yang menjelaskan objek.
1. Siklus Informasi
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, menerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh Johan Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).
2. Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi (quality of information) ditentukan/tergantung tiga hal yaitu informasi harus:
1. Akurat (accurate)
Dalam ini informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya (Timeliness)
Artinya informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi
3. Relevan
Relevan artinya informasi tersebut mempunyai mamfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
3. Nilai Informasi
Nilai informasi dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal yaitu mafaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila mamfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya menadapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidaksepakatan didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keaadan.
C. Konsep Dasar Sistem Informasi
No comments:
Post a Comment